Tuesday, September 26, 2017

Amalan-Amalan yang Mendatangkan Rejeki

Al-Habib Abdullah al-Haddad mengatakan: "Beribadah setelah melakukan shalat subuh mempunyai keutamaan tersendiri untuk mendatangkan rezeki lahiriah. Adapun beribadah setelah melakukan shalat ashar mempunyai keutamaan tersendiri untuk mendatangkan rezeki bathiniah. Perbuatan yang seperti itu biasa dilakukan oleh para sufi yang arif billah yang mengerti. Sebagaimana yang pernah disebutkan dalam sebuah hadis: "Sesungguhnya seseorang yang duduk di tempat shalatnya dan berdzikir kepada Allah swt setelah melakukan Shalat Subuh, maka ia akan mendapat rezeki lebih cepat dari seorang yang pergi untuk mencari rezeki."

Habib Umar Bin Hafidz menyarankan agar setiap pagi kita membaca 100x : 
ﻳﺎ ﻓَﺘَّﺎﺡ ﻳﺎ ﺭَﺯَّﺍﻕ ﻳﺎ ﻛﺎﻓﻲ  ﻳﺎ ﻣُﻐْﻨِﻲ 

"Ya Fattāh, ya Razzāq, ya Kāfī, ya Mughnī Duhai Maha Pembuka Rahmat, Maha Pemberi Rezeki Maha Pemberi Kecukupan Maha Pemberi Kekayaan"

Membaca Surat al-Wāqi`ah setiap hari sesudah shalat
Membaca 100 x dalam sehari setelah shlat dhuhur:  ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟْﻤَﻠِﻚُ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﺍﻟْﻤُﺒِﻴﻦ
 “Tiada Tuhan Selain Allah, Raja, al Haqqul Mubiin
Membaca 100x dalam sehari sebelum atau sesudah melaksanakan dua rakaat shlat subuh: ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪ 

Berkata oleh para sufi  Arif Billah :" melaksanakan shalat dengan penuh pengagungan dan Khusyu', Membaca Surah Al-waqi'ah lebih-lebih di waktu malam, Membaca Surah Yasin, dan surat  Tabarak di waktu subuh, Hadir ke Masjid sebelum adzan, senantiasa berada dalam keadaan suci, melaksanakan Shalat sunnah Fajar dan witir di rumah, memakmurkan Ibadah setelah shalat subuh sampai Matahari terbit dengan beri'tikaf di masjid, dan membaca Doa Ini, Ya Kaafi, ya mugni, Ya fattah, ya Razzaq. bacalah  berulang-ulang sebanyak yang engkau mampu".

Empat perkara yang  mendatangkan rezeki menurut Al-imam Asy-syafi'i Rahimahullah. 
  1. Menghidupkan malam dengan ibadah.
  2. Banyak membaca Istighfar di sepertiga malam.
  3. Rajin  bersedekah.
  4. berdzikir di awal hari (pagi). dan di akhir hari ( sore)
 Dan Empat yang dapat mencegah datang nya rezeki.
  1. Tidur di waktu subuh
  2.  Sedikit shalat.
  3. Malas.
  4. Khianat.
Diriwayatkan dalam satu hadis bahwa suatu ketika datanglah seorang lelaki mengeluhkan keadaannya kepada Rasulullah saw. Ia berkata, “Dunia ini telah berpaling dariku dan yang telah kuperoleh dari tanganku sangatlah sedikit.” Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Apakah engkau tidak pernah membaca doanya para Malaikat dan tasbihnya seluruh makhluk yang dengan itu mereka mendapat limpahan rezeki?” Lelaki itu bertanya, “Doa apakah itu wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab, “Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim, dan beristighfarlah kepada Allah sebanyak seratus kali diantara waktu terbitnya fajar hingga menjelang waktu shalatmu, dengan itu dunia akan tunduk dan merangkak mendatangimu, dan Allah menciptakan dari setiap kalimat tersebut Malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah hingga hari kiamat dan untukmu pahalanya”. Wallahua'lam.

Monday, February 6, 2017

Sejarah Singkat Pondok Pesantren Miftahul Huda

Pondok Pesantren Miftahul Huda(PPMH) Malang didirikan oleh KH. Hasan Munadi pada tahun 1768. PPMH lebih terkenal dengan nama Pondok Gading karena bertempat di kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
KH. Hasan Munadi wafat pada usia 125 tahun. Beliau mengasuh PPMH selama hamper 90 tahun. Beliau meninggalkan empat orang putra yaitu : KH. Isma’il,KH. Muhyini, KH. Ma’sum dan Nyai Mujannah. Pada masa itu, Pondok Gading belum mengalami perkembangan yang signifikan.

KH. Muhammad Yahya
Setelah KH. Hasan Munadi wafat, Pondok Gading diasuh oleh putera pertama beliau, KH. Ismail. Dalam menjalankan tugasnya,KH. Ismail dibantu oleh keponakannya sendiri yaitu KH. Abdul Majid. Karena tidak mempunyai keturunan, maka KH. Ismail mengamil salah seorang puteri KH. Abdul Majid  yang bernama Nyai Siti Khodijah sebagai anak angkat. Puteri angkat ini kemudian beliau nikahkan dengan salah seorang alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda(Pondok Jampes), Kediri Yaitu KH. Moh. Yahya yang berasal dari Jetis, Malang.
Kepada KH. Moh. Yahya inilah KH. Isma’il menyerahkan pembinaan dan pengembangan Pondok Gading. KH. Ismail kemudian wafat pada usia 75 tahun setelah mengasuh Pondok Gading selama 50 tahun. Sebagai pengasuh generasi ketiga, KH. Moh. Yahya memberi nama pondok pesantren gading dengan nama “Pondok Pesantren Miftahul Huda”. Beliau mengizinkan para santrinya untuk menuntut ilmu di lembaga formal di luar pesantren. Sebuah kebijakan yang cukup berani dan tergolong langka saat itu.Ternyata dengan kebijakan ini, Pondok Gading berkembang semakin pesat.
Selama mengasuh Pondok Gading ini, Beliau selalu mewanti-wanti para santrinya agar tidak keliru dalam niatnya. Pesan beliau yang sampai kini diteruskan oleh putra-putra beliau dalam membina para santri adalah “Niatmu ojo keliru. Nomer siji niat ngaji, nomer loro niat sekolah. Insya Allah bakal hasil karo-karone”.(Niatmu jangan sampai keliru. Yang pertama adalah niat mengaji dan niat yang kedua adalah niat sekolah/kuliah, Insya Allah akan berhasil kedua-duanya).
Pada tanggal 4 Syawal 1391 H atau 23 November 1971 M, KH. Moh. Yahya pulang ke Rahmatullah,tepat 37 hari setelah meninggalnya putra pertama beliau yang bernama Kyai Ahmad Dimyathi Ayatullah Yahya. Sepeninggal Kyai Yahya, PPMH di asuh oleh putera-putera beliau secara kolektif(bersama-sama). Putera-putera beliau itu adalah KH. AbdurRohim Amrullah Yahya, KH. AbdurRahman Yahya dan KH. Ahmad Arief Yahya. Disamping itu juga dibantu oleh para menantu beliau yaitu KH. Muhammad Baidlowi Muslich dan Ust. Drs. HM. Shohibul Kahfi, M.Pd.

Thursday, February 2, 2017

Pengajian Kitab Risalatul Mu’awanah KH. Abdur Rahman Yahya, Selasa, 8-12-2015

Menjauhi Najis dan Jinabah
                Tetapkanlah dirimu dalam menjaga diri dari segala macam najis.Apabila ada najis yang mengenai dirimu dan najis tersebut dalam keadaan basah, maka bersegeralah kamu untuk membasuhnya. Apabila kamu terkena jinabah(hadast besar) maka bersegeralah kamu untuk mandi besar disaat itu juga. Karena sesungguhnya orang yang berada dalam keadaan hadast besar,ditolak di sisi Allah SWT. Dan karena ditolaknya ia dari sisi Allah, maka diharamkan baginya untuk berdiam diri di dalam masjid, dan haram baginya untuk membaca Al-Qur’an.
                Pasal selanjutnya menceritakan bahwa sesungguhnya Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat orang yang sedang junub atau mempunyai hadast besar. Dan ketika malaikat pergi maka datanglah para setan dari segala arah. Dan takutlah kamu untuk makan dan minum, sedangkan kamu sedang dalam keadaan junub. Karena makan dan minum dalam kondisi junub akan mendatangkan banyak bahaya. Apabila kamu tidak bisa langsung mandi ketika junub, maka usahakan untuk membersihkan alat kelamin dan mengambil wudlu.
Memperbaharui dan Melanggengkan Wudlu.
                Tetapkanlah dirimu untuk memperbarui wudlu setiap hendak melaksanakan ibadah fardlu. Dan bersungguh-sungguhlah dalam mengusahakan agar dirimu tetap dalam keadaan suci. Dan bersegeralah memperbarui wudlu ketika kamu dalam keadaan mempunyai hadast. Sesungguhnya wudlu adalah pedangnya orang-orang beriman. Dan ketika orang beriman memegang pedang, maka musuhnya tidak akan berani mendekat.
                Dalam sebuah cerita, ada seorang laki-laki yang mendatangi Syeikh Abi Hasan Asy-Syadzili ra. Laki-laki tersebut meminta kepada Syeikh Abi Hasan untuk mengajarinya ilmu Kimya’. Maka, Syeikh Abi Hasan menyuruh laki-laki tersebut untuk tetap berada di dekatnya selama 1 tahun. Laki-laki tersebut diharuskan untuk segera berwudlu ketika batal wudlu nya dan sholat 2 rokaat. Syeikh Abi Hasan berjanji akan mengajarinya setelah satu tahun. Setelah satu tahun berselang, laki-laki tersebut pergi ke sumur untuk mengambil air. Tapi yang ia dapatkan di dalam ember yang ia gunakan untuk mengambil air adalah emas dan perak. Maka ia menumpahkan kembali emas dan perak tersebut kedalam sumur. Lalu ia mendatangi Syeikh Abi Hasan dan menceritakan kejadian yang menimpanya tadi. Maka Syeikh Abi Hasan menjawab bahwa laki-laki itu telah berhasil mendapatkan ilmu kimya’. Dan akhirnya Syeikh Abi Hasan menjadikannya sabagai Da’i ilaLlah.

                Kyai Abdur Rahman menjelaskan, seandainya lelaki tersebut mengambil emas yang isa dapatkan dari sumur tersebut, maka ia hanya akan mendapatkan duniawi. Tapi karena sifat kezuhudannya maka ia berhasil mendapatkan tujuannya yaitu ilmu kimya’.

Monday, December 21, 2015

Do not waste Four kind of time

Each of us must try to improve yourself and your family, do not wait for others. For that, I ask and encourage the congregation to keep four times a day. Ranging between Maghrib and Isha, a period of about an hour and a quarter of this, it would be wise not spent to watch the quiz, gossip or soap operas.
Turn off the TV and do four practice this sunnah prayer, reading the Qur'an, dzikir or attend assemblies science. After that, the time before dawn, though only 15 minutes earlier should've been up to carry out the sunnah prayers, although only two cycles. Even many great men history as a history of Habib Jindan time he was small waken once his teacher parents. Children ages 3-4 years was woken up, they are playing and praying. "But the important thing when mercy and grace of God descending at dawn, they do not sleep," he said
The third time that should not be disiakan, is after the dawn prayer until sunrise. This is a time for remembrance, the Koran or learning. Not to sleep or other idle pursuits. "Whoever did this, he will get the reward of the pilgrimage of God's perfect and obtain rizki faster, than those who are already working at dawn," he said.
The last time that should be maintained is, moments before sunset, use it to sit istighfar, as taught by the Prophet to remembrance the morning and afternoon. Unfortunately, today we are more fooled by foreign ideas and cradle media, thus wasting the fourth time. To that end, he asked all pilgrims to come back to God, back to a civilization that is proven and guaranteed, hundreds of years have brought revival to mankind.

And Allaah knows best

Saturday, December 19, 2015

The Classification of Zakat

1. zakat maal (wealth), which is part of one's wealth that must be given to the people who deserve it (mustahiqqin) after reaching a certain minimum amount and have been held for a certain period as well.
2. Zakat fitrah (Zakat Agency), the charity which is required at the end of the fasting of Ramadan for all Muslims, both young children and adults, and both free and slave (slave).
Since the second year of Hegira (year mandatory fasting Ramadan) Zakat fitrah start required. Tithes meant to purify those who fast from the deeds that are not useful anymore dirty (speech and behavior of the inner and outer), feed the people - the poor to meet their needs on Eid can be fulfilled. Companion Abdullah ibn Umar said that Rasulullah SAW require tithes in Ramadan number one sha '(2,304Kg) of dates or one sha' wheat for slave and free person, whether child or adult.

Especially for the tithe should be given to the poor before the Eid prayer (Salah Id) .Rasulullah ordered that tithes were issued before the man came out to the place of prayer. Another hadith states: "... usually the friends pay it (tithe) was one or two days before Eid" (HR. Bukhari of Abdulloh bin Umar bin Khattab). Imam Al-Shafi'i found tithes should be paid since the beginning of Ramadan bullae. And what about the tithes given after the Eid prayer? according to the words of the Prophet: from Ibn Abbas, he said: "Prophet Muhammad that require tithes as a cleaner for people who fasted from acts that waste - waste and dirty words, and as food for poor people. because it was he who took it after the prayer then he was one of the alms of charity - charity usual ". (HR. Abu Dawud and Ibn Majjah). from here it becomes clear that the tithes given after the Eid prayer not tithe but are ordinary charity,

Friday, December 18, 2015

Birth of Propet Muhammad bring a New Society

As is known, the time before Islam is a time of darkness, and society before Islam is public ignorance. However, since the birth (birthday) Muhammad in the midst of them, who then appointed by God as a prophet and messenger carrying the message of Islam to the middle of them, in just 23 years, a period of darkness they end up being replaced by the term 'light' ; Jahillyah people buried replaced with the birth of a new society, the Islamic community. Since then, the Prophet Muhammad. is a leader in all fields. He leads the people in the mosque, in the government, even on the battlefield.
Therefore, we can conclude that the most important meaning of the birth of Prophet Muhammad is a presence that has been able to give birth to a new society, namely the Islamic community; an order of society which lives entirely governed by the rules of Islam.

Afterthought

As a result, warning Mawlid the Prophet actually be a momentum for Muslims to continue to strive regenerates new society, the Islamic community, as ever dibidani birth by the Prophet in Medina. Therefore, anyone know, people are now no different from the pre-Islamic Arab society, which are equally 'ignorance'.

Thursday, December 17, 2015

Risalatul Muawanah Recitation by KH. Abdurrahman Yahya Tuesday, 8-12-2015

I. Steer clear of bouquets and Jinabah
Settle yourself in keeping away from all sorts of Najis.If there are about you and the unclean wet, then you made haste to wash. If you hit jinabah (big hadast) then you have to take a bath immediately. Because people who are in a state of big hadast, is rejected by Allah SWT. And because of the his rejection from Allah, then it is forbidden for him to remain silent in the mosque, and forbidden him to read the Qur'an. The next chapter tells that actually Angels will not enter the house in which there are people who are junub or has a big hadast. And when the angels went then came the demons from all directions. And you were afraid to eat and drink, while you are in a state junub. Because eating and drinking in a state junub will bring in a lot of danger. If you can not take a bath immediately when junub, then try to clean the genitals and take wudlu.



II. Renew and perpetuate wudlu. 
Wudlu ordain you to update any of worship fardlu want to implement. And indeed meant to see to it that you remain in a state of purity. And updating wudlu haste when you are in a state of having hadast. Indeed wudlu is the sword of the believers. And when the believers holding a sword, the enemy will not dare to approach. In a story, there was a man who went to Sheikh Abu Hasan Ash-Shadhili ra. Men were asked to Sheikh Abu Hasan to teach science Kimya '. Then, Sheikh Abu Hasan told the man to remain nearby for 1 year. Men are required to immediately berwudlu when his wudlu canceled and prayers 2 rokaat. Sheikh Abu Hasan promised to teach him after one year. After one year later, the man went to the well to fetch water. But he got in the bucket he used to take water is gold and silver. Then he spilled the gold and silver back into the well. Then he went to Sheikh Abu Hasan and tell what happened to him earlier. Then Sheikh Abu Hasan said that the men had managed to get the science Kimya '. And finally Sheikh Abu Hasan makes sabagai Preachers ilallah. Kyai Abdur Rahman explains, if the man took the gold isa get out of the well, then he will only get mundane. But because of his zuhudness then he managed to get the goal of science Kimya '.