Menjauhi Najis dan
Jinabah
Tetapkanlah
dirimu dalam menjaga diri dari segala macam najis.Apabila ada najis yang
mengenai dirimu dan najis tersebut dalam keadaan basah, maka bersegeralah kamu
untuk membasuhnya. Apabila kamu terkena jinabah(hadast besar) maka bersegeralah
kamu untuk mandi besar disaat itu juga. Karena sesungguhnya orang yang berada
dalam keadaan hadast besar,ditolak di sisi Allah SWT. Dan karena ditolaknya ia
dari sisi Allah, maka diharamkan baginya untuk berdiam diri di dalam masjid,
dan haram baginya untuk membaca Al-Qur’an.
Pasal
selanjutnya menceritakan bahwa sesungguhnya Malaikat tidak akan memasuki rumah
yang di dalamnya terdapat orang yang sedang junub atau mempunyai hadast besar.
Dan ketika malaikat pergi maka datanglah para setan dari segala arah. Dan
takutlah kamu untuk makan dan minum, sedangkan kamu sedang dalam keadaan junub.
Karena makan dan minum dalam kondisi junub akan mendatangkan banyak bahaya. Apabila
kamu tidak bisa langsung mandi ketika junub, maka usahakan untuk membersihkan
alat kelamin dan mengambil wudlu.
Memperbaharui dan
Melanggengkan Wudlu.
Tetapkanlah
dirimu untuk memperbarui wudlu setiap hendak melaksanakan ibadah fardlu. Dan
bersungguh-sungguhlah dalam mengusahakan agar dirimu tetap dalam keadaan suci.
Dan bersegeralah memperbarui wudlu ketika kamu dalam keadaan mempunyai hadast.
Sesungguhnya wudlu adalah pedangnya orang-orang beriman. Dan ketika orang
beriman memegang pedang, maka musuhnya tidak akan berani mendekat.
Dalam
sebuah cerita, ada seorang laki-laki yang mendatangi Syeikh Abi Hasan
Asy-Syadzili ra. Laki-laki tersebut meminta kepada Syeikh Abi Hasan untuk
mengajarinya ilmu Kimya’. Maka, Syeikh Abi Hasan menyuruh laki-laki tersebut
untuk tetap berada di dekatnya selama 1 tahun. Laki-laki tersebut diharuskan
untuk segera berwudlu ketika batal wudlu nya dan sholat 2 rokaat. Syeikh Abi
Hasan berjanji akan mengajarinya setelah satu tahun. Setelah satu tahun
berselang, laki-laki tersebut pergi ke sumur untuk mengambil air. Tapi yang ia
dapatkan di dalam ember yang ia gunakan untuk mengambil air adalah emas dan
perak. Maka ia menumpahkan kembali emas dan perak tersebut kedalam sumur. Lalu
ia mendatangi Syeikh Abi Hasan dan menceritakan kejadian yang menimpanya tadi.
Maka Syeikh Abi Hasan menjawab bahwa laki-laki itu telah berhasil mendapatkan
ilmu kimya’. Dan akhirnya Syeikh Abi Hasan menjadikannya sabagai Da’i ilaLlah.
Kyai
Abdur Rahman menjelaskan, seandainya lelaki tersebut mengambil emas yang isa
dapatkan dari sumur tersebut, maka ia hanya akan mendapatkan duniawi. Tapi
karena sifat kezuhudannya maka ia berhasil mendapatkan tujuannya yaitu ilmu
kimya’.
No comments:
Post a Comment